Musyawarah Anggota Divisi Khusus Komunitas Mahasiswa Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (DK KMP KIA) HMKM FK Unud merupakan suatu forum tertinggi yang digunakan dalam pengambilan keputusan di DK KMP KIA. Musyawarah Anggota DK KMP KIA tahun 2025 merupakan salah satu bentuk pertemuan atau rapat yang dilakukan oleh pengurus dan anggota divisi yang diadakan setiap tahun pada akhir kepengurusan. Tujuan diadakannya musyawarah anggota ini yakni membahas dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), mengesahkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan melaksanakan debat serta memilih pemimpin yang akan ditetapkan sebagai Kepala DK KMP KIA Periode 2026.
Musyawarah Anggota DK KMP KIA tahun 2025 mengusung tema “Sinergi Bhakti Asha” Membangun Kebersamaan dan Komitmen demi Kesehatan Ibu dan Anak yang Optimal. Musyawarah Anggota DK KMP KIA tahun 2025 berlangsung pada tanggal 15 November 2025 di Ruang Kuliah D 3.01, Gedung Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Peserta yang hadir dalam Musyawarah Anggota DK KMP KIA tahun 2025 berjumlah 41 peserta yang berasal dari pengurus HMKM, anggota DK KMP KIA, serta perwakilan angkatan aktif tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025 Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Setelah dilakukannya orasi serta debat oleh kedua calon Kepala Divisi dan pemungutan suara oleh seluruh peserta Musyawarah Anggota, akhirnya terpilih Kepala DK KMP KIA periode tahun 2026 atas nama Ni Komang Dea Ananda. Pemilihan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Musyawarah Anggota DK KMP KIA tahun 2025 dan menandai awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa DK KMP KIA ke arah yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Musyawarah Anggota adalah sebuah proses yang berkelanjutan sehingga penting menjaga komunikasi yang terbuka, kolaborasi serta semangat kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan adanya Musyawarah Anggota DK KMP KIA tahun 2025 dapat menunjukkan pentingnya memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik, mengembangkan kepemimpinan, dan melibatkan berbagai pihak dalam usaha bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
